Apa jadinya saat senda gurau kini menjadi
segenggam hujaman amarah ?
Apa jadinya belaian mesra jemari kini
berubah haluan mengayun murka ?
Apa jadinya kecupan bergairah kini berbekas
perih menembus kulit ?
Apa jadinya kata-kata manis merayu kini
menjadi susunan dialog caci maki ?
Apa jadinya ?
Jadinya ialah kau harus terima bahwa cinta
dan benci adalah SATU ..
Tawa kita telah renyah menyatu
Tangis kita memang basah
Maki-maki mu telah maklum berpukul-pukul di
gendang telingaku
Begitu juga makiku buatmu
Kulit ini, tulang ini, rambut ini, seutuhnya
tubuh ini terjamahi tiap inchi kulitmu
Begitupun aku menjamahi sekujurmu
Kemana kucari tawa, tangis, makian, jamahi
tubuhmu bila tak lagi ikatan terikat pada kita ?
Kemana sayang ?
Disudut pojok
hunian, 12 mey 2012 ..
Kalau sepi itu
dibenci, aku mau menjadi temannya
Kalau sepi itu
hampa, aku mau mengisinya
Jikalau sepi itu
hina, biar kuindahkan tiap detiknya
Seandainya sepi
itu sendiri, biar aku menjadi kekasihnya
Demi apapun ..
demi keriuhan yang kudendam ..
Aku ingin
terus-terusan sepi membiru ..